SUMA.ID – Penyakit Rematik Jantung merupakan salah satu gangguan kesehatan serius yang sering kali berkembang tanpa disadari sejak usia muda. Banyak orang baru mengetahui adanya kerusakan pada jantung ketika sudah memasuki usia dewasa, padahal penyebab utamanya bisa berasal dari infeksi yang dialami saat remaja.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, menjelaskan bahwa infeksi tertentu yang terjadi di masa remaja dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap fungsi katup jantung. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kebocoran atau penyempitan katup ketika memasuki usia 30 tahun ke atas.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena gejalanya sering tidak muncul secara langsung, melainkan berkembang perlahan selama bertahun-tahun.
Penyakit Rematik Jantung Berawal dari Infeksi Tenggorokan
Banyak masyarakat belum mengetahui bahwa penyakit ini umumnya bermula dari infeksi bakteri pada tenggorokan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit rematik jantung merupakan komplikasi lanjutan dari demam rematik akut.
Pemicunya adalah infeksi bakteri Streptococcus hemolyticus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan radang tenggorokan atau faringitis.
Masalah serius muncul ketika infeksi tersebut tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Jika dibiarkan, bakteri dapat menghasilkan racun yang memicu reaksi peradangan pada organ tubuh, termasuk jantung.
Prof. Yoga menegaskan bahwa orang tua perlu lebih waspada jika anak mengalami gejala seperti sakit tenggorokan, kesulitan menelan, lendir berwarna hijau, atau infeksi saluran pernapasan yang berlangsung cukup lama.
Jika tidak segera diobati, bakteri tersebut berpotensi menyerang jaringan jantung dan menyebabkan kerusakan permanen di masa mendatang.
Kerusakan Jantung Tidak Langsung Terjadi
Salah satu hal yang membuat penyakit rematik jantung berbahaya adalah efek kerusakannya tidak langsung terlihat. Banyak penderita baru mengalami gangguan serius sekitar 10 hingga 15 tahun setelah infeksi awal terjadi.
Pada masa tersebut, kerusakan perlahan terjadi pada katup jantung yang berfungsi mengatur aliran darah agar bergerak ke arah yang benar.
Ketika katup mulai rusak, seseorang dapat mengalami gangguan berupa penyempitan katup atau stenosis yang membuat aliran darah terhambat. Selain itu, bisa juga terjadi kebocoran katup atau regurgitasi, yaitu kondisi ketika darah mengalir kembali ke arah yang salah.
Inilah yang membuat penderita sering baru menyadari masalahnya ketika usia dewasa dan kondisi jantung sudah mengalami penurunan fungsi.
Mengenal Empat Katup Penting pada Jantung
Jantung manusia memiliki empat katup utama yang bekerja menjaga sirkulasi darah tetap normal di dalam tubuh.
Empat katup tersebut terdiri dari:
- Katup Trikuspid
- Katup Mitral
- Katup Aorta
- Katup Pulmonal
Keempat katup ini memiliki fungsi penting dalam memastikan darah bergerak secara teratur dari satu ruang jantung ke ruang lainnya.
Ketika salah satu katup mengalami kerusakan, kerja jantung menjadi tidak optimal dan dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan serius.
Kerusakan katup tidak hanya disebabkan infeksi bakteri, tetapi juga dapat dipicu gangguan lain seperti fibrilasi atrium atau gangguan irama jantung yang berlangsung dalam jangka panjang.
Faktor Risiko Lain yang Memicu Gangguan Jantung
Selain infeksi bakteri, beberapa faktor lain juga dapat memperbesar risiko seseorang mengalami gangguan katup jantung.
Beberapa faktor risiko tersebut antara lain:
- Tekanan darah tinggi atau hipertensi
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Obesitas atau berat badan berlebih
- Kebiasaan merokok
- Gangguan metabolisme tubuh
- Kelainan irama jantung kronis
Kondisi-kondisi tersebut dapat memperberat kerja jantung sehingga mempercepat kerusakan pada organ vital tersebut.
Karena itu, menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit jantung sejak dini.
Cara Mencegah Penyakit Rematik Jantung Sejak Dini
Pencegahan terbaik dimulai dari penanganan cepat ketika terjadi infeksi tenggorokan, terutama pada anak-anak dan remaja.
Jika muncul gejala seperti nyeri menelan, demam, batuk berkepanjangan, atau lendir berwarna hijau, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan agar infeksi tidak berkembang menjadi komplikasi serius.
Selain itu, menjaga gaya hidup sehat juga menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Beberapa kebiasaan yang disarankan antara lain menjaga tekanan darah tetap stabil, rutin berolahraga, mengontrol kadar gula darah, menghindari rokok, dan mempertahankan berat badan ideal.
Kesadaran sejak dini terhadap infeksi ringan sekalipun sangat penting, karena penyakit rematik jantung dapat meninggalkan dampak serius yang baru terasa bertahun-tahun kemudian.















