SUMA.ID (PERTH) – Sebuah penemuan paleontologi terbaru pada Februari 2026 telah mengguncang pemahaman para ilmuwan tentang sejarah geologi Australia. Analisis terbaru terhadap fosil “monster laut” purba yang ditemukan di wilayah Kimberley, Australia Barat, membuktikan bahwa gurun yang kini kering dan tandus tersebut dulunya merupakan lautan tropis yang hangat dan penuh dengan predator mematikan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vertebrate Paleontology ini berfokus pada penemuan kembali fragmen tengkorak amfibi laut berusia 250 juta tahun yang sempat “hilang” dalam koleksi museum selama lebih dari lima dekade. Fosil-fosil ini berasal dari periode Trias Awal, masa di mana Bumi baru saja mulai pulih dari kepunahan massal terbesar sepanjang sejarah.
Rahasia Besar di Balik Gurun Kimberley
Wilayah Kimberley saat ini dikenal sebagai daerah terpencil dengan suhu ekstrem dan hamparan padang debu. Namun, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Dr. Benjamin Kear dari Swedish Museum of Natural History mengungkapkan bahwa pada 250 juta tahun lalu, wilayah ini adalah teluk dangkal yang terhubung dengan samudra prasejarah yang luas.
Menurut Dr. Kear, penemuan ini memberikan bukti nyata tentang bagaimana ekosistem laut modern mulai terbentuk setelah peristiwa kepunahan akhir-Permian yang memusnahkan hampir 90 persen spesies di Bumi. Wilayah Australia utara ternyata menjadi salah satu titik kunci tempat kehidupan laut kembali bangkit.
Spesies Predator Mirip Buaya
Fosil utama yang diidentifikasi adalah Erythrobatrachus noonkanbahensis, sejenis amfibi purba yang memiliki penampakan menyerupai buaya modern. Makhluk ini memiliki tubuh sepanjang dua meter dengan rahang kuat yang dipenuhi gigi tajam, menjadikannya predator puncak di perairan tropis Kimberley kala itu.
Selain Erythrobatrachus, peneliti juga menemukan jejak Aphaneramma, kerabat dekat amfibi laut yang fosilnya juga ditemukan di wilayah Arktik, Pakistan, dan Madagaskar. Kehadiran spesies yang sama di lokasi yang sangat berjauhan ini menunjukkan betapa cepatnya predator laut purba menyebar ke seluruh dunia melalui jalur laut tropis yang saling terhubung pada awal Era Mesozoikum.
Misteri Fosil yang Terlupakan
Hal yang menarik dari penemuan ini adalah fosil-fosil tersebut sebenarnya sudah dikumpulkan sejak ekspedisi tahun 1960-an di stasiun peternakan Noonkanbah. Namun, karena kesalahan label dan birokrasi museum, sebagian spesimen tersimpan di gudang Universitas Berkeley, California, dan terlupakan selama puluhan tahun.
Baru pada akhir 2025 dan awal 2026, melalui upaya repatriasi dan analisis digital canggih, tim peneliti berhasil menyatukan kembali potongan teka-teki evolusi ini. Penemuan ini tidak hanya mengubah peta sejarah Australia, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang bagaimana adaptasi hewan darat yang kembali ke laut terjadi di belahan bumi selatan.
Kini, fosil-fosil tersebut tengah dipersiapkan untuk dipulangkan sepenuhnya ke Museum Australia Barat (WA Museum Boola Bardip) untuk dipamerkan kepada publik sebagai bukti nyata bahwa jantung gurun Australia pernah menjadi rumah bagi monster-monster laut tropis.






