Jakarta, suma.id – Grup musik metal ternama asal Amerika Serikat, Slipknot, baru-baru ini menjadi korban tindak kejahatan siber jenis cybersquatting. Domain resmi mereka, Slipknot.com, yang telah aktif sejak tahun 2001, diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan secara ilegal. Kejadian ini memaksa Slipknot mengambil langkah hukum guna melindungi hak mereka dan para penggemar, yang dikenal sebagai Maggots.
Slipknot Ajukan Gugatan Hukum
Menanggapi insiden ini, Slipknot mengajukan gugatan berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen Anti-Cybersquatting Federal di Amerika Serikat. Langkah ini diambil karena domain Slipknot.com selama ini menjadi sumber utama informasi resmi dan penjualan merchandise untuk para penggemar. Pihak yang tidak bertanggung jawab diduga memanfaatkan nama besar Slipknot untuk menipu pengunjung situs, membuat mereka percaya bahwa situs tersebut sah dan terkait dengan band yang dipimpin oleh Corey Taylor.
“Domain tersebut sengaja didaftarkan untuk mengelabui pengunjung agar mengklik tautan sponsor atau melakukan pembelian, dengan dalih bahwa situs tersebut dikelola atau berafiliasi dengan Slipknot,” ungkap tim hukum Slipknot, sebagaimana dikutip dari Blabbermouth pada 20 Oktober 2025.
Tindakan ini tidak hanya merugikan Slipknot secara finansial, tetapi juga membahayakan penggemar yang berpotensi menjadi korban penipuan daring. Untuk mengatasi masalah ini, Slipknot telah meluncurkan situs baru, Slipknot1.com, sebagai platform resmi sementara bagi Maggots untuk mendapatkan informasi terpercaya dan membeli merchandise asli.
Dampak Cybersquatting bagi Slipknot dan Penggemar
Cybersquatting, atau pembajakan domain, merupakan tindakan mendaftarkan nama domain populer untuk menarik keuntungan dari reputasi merek tertentu. Dalam kasus ini, pelaku diduga menggunakan Slipknot.com untuk menyesatkan penggemar yang ingin membeli merchandise resmi, sehingga menyebabkan kerugian bagi band dan kebingungan di kalangan penggemar.
“Penggemar yang mengunjungi Slipknot.com mengira situs tersebut adalah milik Slipknot, lalu membeli produk yang ternyata tidak resmi, yang pada akhirnya merugikan band,” jelas pernyataan resmi Slipknot.
Hingga saat ini, identitas pelaku di balik pembajakan domain masih belum terungkap. Data pendaftaran domain hanya menunjukkan alamat di Kepulauan Cayman tanpa informasi individu yang jelas. Menariknya, situs tersebut sempat mencantumkan nama organisasi fiktif bernama Slipknot Online Services, Ltd., yang ternyata tidak terdaftar secara resmi di Amerika Serikat.
Slipknot dan Rencana Penjualan Katalog Musik
Di tengah isu cybersquatting, Slipknot juga dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan HarbourView Equity Partners untuk menjual katalog musik mereka seharga USD 120 juta (sekitar Rp1,96 triliun). Kesepakatan ini, jika terealisasi, akan mencakup royalti dari album-album legendaris Slipknot, mulai dari Self-Titled (1999) hingga The End, So Far (2022). Namun, hak cipta lagu dan lirik tetap akan dipegang oleh Slipknot, dan kesepakatan ini tidak mencakup karya baru di masa depan.
Meski begitu, proses negosiasi masih belum final. Beberapa anggota band dikabarkan belum sepenuhnya setuju untuk melepas katalog musik yang telah mereka bangun selama lebih dari 20 tahun.
Tips Menghindari Penipuan Daring Terkait Slipknot
Untuk para Maggots, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar terhindar dari penipuan daring:
- Kunjungi situs resmi: Pastikan hanya mengakses Slipknot1.com untuk informasi dan pembelian merchandise resmi.
- Periksa keaslian situs: Waspadai tautan atau situs yang mencurigakan, terutama yang menggunakan nama Slipknot tanpa verifikasi resmi.
- Laporkan aktivitas mencurigakan: Jika menemukan situs atau penawaran yang tampak tidak sah, segera laporkan ke pihak berwenang atau manajemen Slipknot.
Mengapa Kasus Ini Penting?
Kasus cybersquatting yang menimpa Slipknot menunjukkan betapa rentannya merek besar terhadap kejahatan siber. Tindakan ini tidak hanya merugikan band secara finansial, tetapi juga mengancam kepercayaan penggemar. Dengan langkah hukum yang diambil, Slipknot berupaya memastikan bahwa Maggots dapat terus mendukung mereka melalui saluran resmi tanpa risiko penipuan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Slipknot dan pembaruan terkait kasus ini, kunjungi situs resmi mereka di Slipknot1.com.
Baca Juga:















