Suma.id: Pemerintah Jepang dikabarkan membatalkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2021. Kabar ini beredar di media sosial.
Akun Facebook Ed Hobrok membagikan kabar ini pada 22 Januari 2021. Pada unggahanya, akun itu mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Olimpiade Tokyo ‘ DIBATALKAN ‘: Pemerintah Jepang ‘ secara pribadi telah menyimpulkan Permainan tidak bisa maju musim panas ini ‘ setelah mereka ditunda dari tahun lalu.”
Benarkah Pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade Tokyo 2021? Berikut cek faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim Pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade Tokyo 2021 adalah salah. Faktanya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Pemerintah Jepang membantah informasi ini. Disitat dari akun resmi Twitter International Olympic Committee@iocmedia pada 22 Januari 2021, IOC telah membuat pernyataan terkait klaim Pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade Tokyo 2021.
“Pada rapat Dewan Eksekutif IOC pada Juli tahun lalu, telah disepakati bahwa Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 akan diadakan pada 23 Juli tahun ini, dan program serta tempat penyelenggaraan Olimpiade dijadwalkan ulang sesuai dengan itu. Semua pihak yang terlibat adalah bekerja sama untuk mempersiapkan Olimpiade yang sukses musim panas ini, “bunyi pernyataan itu.
IOC menambahkan bahwa tindakan pencegahan terhadap covid-19 akan diterapkan dan bahwa “IOC sepenuhnya berkonsentrasi dan berkomitmen untuk keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2021 tahun ini.”
Pula, dilansir NBC News melalui artikel berjudul “Japan denies as ‘categorically untrue’ report Tokyo Olympics could be cancelled” dimuat pada 22 Januari 2021, dijelaskan bahwa Pejabat Jepang pada hari Jumat dengan keras membantah laporan surat kabar yang menyatakan bahwa Olimpiade, yang akan diadakan di negara itu musim panas ini, dibatalkan. Olimpiade Tokyo awalnya direncanakan untuk tahun 2020 yang tertunda 10 bulan yang lalu menyusul pecahnya pandemi coronavirus.
Panitia penyelenggara Olimpiade setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertandingan akan berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan dari Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. Pernyataan lain dari Sekretariat Kabinet atas nama pemerintah Jepang juga menepis laporan tersebut.
“Beberapa berita yang beredar hari ini mengklaim bahwa Pemerintah Jepang secara pribadi telah menyimpulkan bahwa Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 harus dibatalkan. Ini sama sekali tidak benar,” kata pernyataan itu.
Wakil ketua kabinet Jepang Manabu Sakai dan sekutu perdana menteri juga menolak kabar tersebut. “Sama sekali tidak ada kebenaran laporan ini,” katanya kepada pers, Jumat.
Sementara Gubernur Tokyo Yuriko Koike melangkah lebih jauh, menyerukan kemungkinan tindakan terhadap surat kabar tersebut. “Saya bahkan tidak tahu bagaimana ini dilaporkan atau bagaimana informasi ini diperoleh. Sebenarnya, saya pikir kami harus mengajukan keluhan. Itulah yang saya rasakan,” katanya dalam konferensi pers regulernya, Jumat.
Kesimpulan:
Klaim Pemerintah Jepang membatalkan Olimpiade Tokyo 2021 adalah salah. Faktnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Pemerintah Jepang membantah informasi ini.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.