Friday, April 3, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

WHO  Patok Harga Obat Covid-19 Molnupiravir 10 Dolar AS

Sri Agustina Editor Sri Agustina
19/10/2021 21:05
in BERITA UTAMA, GLOBAL, KESEHATAN
A A
WHO  Patok Harga Obat Covid-19 Molnupiravir 10 Dolar AS

Ilustrasi obat.

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mematok harga obat covid-19 molnupiravir untuk pasien dengan gejala ringan maksimal sebesar USD10 atau setara Rp140 ribu per resep.

Patokan harga itu bagian dari program WHO untuk memastikan negara-negara miskin mendapatkan akses yang adil ke vaksin, tes, dan perawatan covid-19.

Saat ini, molnupiravir yang merupakan obat dari perusahaan Merck & Co sedang menunggu izin dari Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

BacaJuga

Tidur Berkualitas Bisa Bersihkan Otak: Temuan Riset Terbaru 2026

Gejala Diabetes Melitus dan Bahaya Komplikasi Akut Hingga Kronis Terbaru 2026

Waspada Silent Killer: Kenali 7 Tanda Tekanan Darah Tinggi yang Sering Diabaikan 2026

Tegas! Biden Tolak Sebutkan Rencana Pembicaraan dengan Donald Trump

Dokumen yang menguraikan tujuan Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) hingga September tahun depan, mengatakan bahwa program tersebut akan mengirimkan sekitar 1 miliar alat tes covid-19 ke negara miskin, dan pengadaan obat untuk 120 juta pasien secara global, dari sekitar 200 juta kasus baru yang diperkirakan muncul dalam 12 bulan ke depan.

Dilansir dari Straits Times, Selasa, 19 Oktober 2021, rencana tersebut menyoroti bagaimana WHO ingin menopang pasokan obat-obatan dan alat tes dengan harga yang relatif terjangkau. Pasalnya, organisasi PBB itu tidak ingin kasus ketimpangan vaksin kembali terulang.

Seorang juru bicara ACT-A mengatakan, dokumen bertanggal 13 Oktober itu masih dalam tahap konsultasi. Ia menolak mengomentari isinya sebelum difinalisasi.

Dokumen tersebut juga akan dikirimkan kepada para pemimpin global menjelang KTT G20 di Roma pada akhir bulan ini.

ACT-A meminta G20 dan donor lain untuk pendanaan tambahan sebesar USD22,8 miliar hingga September 2022 untuk membeli dan mendistribusikan vaksin, obat-obatan dan tes ke negara-negara miskin. Mereka juga meminta agar G20 mempersempit kesenjangan besar dalam pasokan antara negara kaya dan kurang maju.

Para donor sejauh ini telah menjanjikan USD18,5 miliar untuk program tersebut.

Selain itu, dokumen tersebut juga menyebutkan 4,3 juta paket pil covid-19 untuk pasien covid-19 yang kritis dengan patokan harga sebesar USD28 (sekitar Rp400 ribu) per dosis. Namun, tidak disebutkan secara spesifik obatnya.

Saat ini negara-negara miskin melakukan sekitar 50 tes covid-19 per 100.000 orang setiap hari. Angkanya relatif rendah bila dibandingkan 750 tes di negara-negara kaya. ACT-A ingin membawa tingkat pengujian ke minimal 100 tes per 100.000 di negara berpenghasilan rendah.

Tags: Harga jualObat Covid-19WHO
Posting Sebelumnya

Penyebab Kematian Harimau Mati di Bengkalis Diduga Depresi

Posting berikutnya

Kopi dan Kuliner Indonesia Laku Keras di Slovenia

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

WHO Resmi Mencabut Darurat Covid-19 Global

06/05/2023 16:56
BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

27/06/2022 21:13
WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

WHO Sebut Omicron Telah Sumbang 500 Ribu Kematian

09/02/2022 15:38
Kasu Covid-19

Ini Fakta Ilmiah Terbaru Omicron dari WHO

26/01/2022 19:00
Posting berikutnya
Kopi dan Kuliner Indonesia Laku Keras di Slovenia

Kopi dan Kuliner Indonesia Laku Keras di Slovenia

Bupati Kuansing dan 7 Orang Terjaring OTT KPK di Riau

Bupati Kuansing dan 7 Orang Terjaring OTT KPK di Riau

Pemda Babel Diminta Gencarkan Tracing Usai Pelaksanaan PTM

38,6 Persen Sekolah di Indonesia Siap PTM

10 Desa di Bengkulu Tengah Terendam Banjir

10 Desa di Bengkulu Tengah Terendam Banjir

Serapan Tenaga Kerja Industri Batik Cukup Besar

Investasi UEA ke Aceh Sinyal Kebangkitan Sektor Parekraf

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Bandar Lampung Menargetkan Vaksinasi Tuntas pada Desember

Bandar Lampung Menargetkan Vaksinasi Tuntas pada Desember

08/10/2021 20:31
KPK Sebut 1 dari 5 Pegawai Negeri Mengaku Ada Nepotisme Saat Rekrutmen

KPK Hanya Tindaklanjuti 7 Persen Laporan Masyarakat

08/11/2021 10:05
4 Cara Mengatasi Jerawat Pada Bayi dan Penyebabnya

4 Cara Mengatasi Jerawat Pada Bayi dan Penyebabnya

13/07/2023 14:44
Varian Delta Dominasi Kasus Baru Covid-19 DKI

Varian Delta Dominasi Kasus Baru Covid-19 DKI

06/07/2021 10:58
Jawara Petarung UFC Dukung Rakyat Palestina yang Dibombardir Militer Israel

Jawara Petarung UFC Dukung Rakyat Palestina yang Dibombardir Militer Israel

16/05/2021 10:59
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist