Peluncuran tersebut berlangsung dalam konferensi pers yang digelar di Lippo Mall Nusantara. Acara tersebut berlangsung meriah dengan berbagai kejadian tak terduga yang justru semakin memperkuat karakter komedi khas trio GJLS.
Sebelumnya, materi poster film sempat menjadi perhatian setelah mengalami revisi. Setelah melalui proses tersebut, poster terbaru akhirnya ditampilkan secara resmi kepada publik bersama trailer yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai cerita dan karakter yang akan hadir dalam film.
GJLS Berapi-Api Hadir dengan Poster dan Trailer Terbaru
Peluncuran poster dan trailer tidak berlangsung seperti acara formal pada umumnya. Trio Rigen, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kembali membawa unsur komedi bahkan sejak seremoni pembukaan.
Ketiganya mendapat tugas untuk membuka tirai hitam berukuran besar yang menutupi poster dan materi film. Namun, rencana tersebut justru tidak berjalan sesuai harapan. Saat mencoba menarik tirai secara bersamaan, mereka malah mengalami kesulitan karena tersangkut tali.
Situasi tersebut sontak mengundang tawa para tamu dan penonton yang hadir. Bukannya berlangsung heroik, momen pembukaan poster justru berubah menjadi adegan komedi yang seolah menjadi gambaran kecil dari gaya film GJLS: Berapi-Api.
Ketika situasi semakin kacau, Rigen kemudian melakukan aksi spontan dengan menghubungi layanan pemadam kebakaran. Tak lama kemudian, suara sirene terdengar dan regu Algojo Api muncul untuk membantu menyelesaikan persoalan di atas panggung.
Kehadiran regu tersebut membuat suasana semakin meriah. Tirai hitam akhirnya berhasil dibuka dan Official Poster serta materi trailer diperlihatkan kepada para tamu undangan.
Cerita Tiga Sahabat yang Ingin Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran
Official Trailer GJLS: Berapi-Api memperlihatkan kisah tiga sahabat masa kecil yang memiliki keinginan untuk menjadi petugas pemadam kebakaran.
Keinginan tersebut kemudian membawa mereka mengikuti berbagai pelatihan bersama regu Algojo Api. Namun, perjalanan mereka untuk menjadi petugas pemadam kebakaran ternyata tidak berjalan mudah.
Alih-alih hanya menghadapi situasi darurat yang serius, ketiganya justru mendapatkan berbagai tugas unik dan tidak terduga. Salah satunya adalah membantu mengambil rapor seorang anak sekolah dasar.
Ada pula adegan penyelamatan yang melibatkan Yono Bakrie. Dalam salah satu situasi kocak, kepala Yono diceritakan tersangkut di jeruji pagar sehingga membutuhkan bantuan untuk bisa keluar.
Berbagai kejadian tersebut menjadi bagian dari cerita yang menggabungkan komedi dengan aksi penyelamatan. Film ini tidak hanya ingin menghadirkan tawa, tetapi juga memperkenalkan sisi lain dari pekerjaan petugas pemadam kebakaran yang selalu berada di tengah masyarakat ketika terjadi keadaan darurat.
Rigen Rakelna mengatakan bahwa film tersebut tidak hanya dibuat untuk menghadirkan hiburan, tetapi juga ingin memperlihatkan sisi heroik para petugas pemadam kebakaran yang selalu siap membantu masyarakat.
Persahabatan Menjadi Salah Satu Bagian Penting Cerita
Selain komedi dan aksi penyelamatan, persahabatan menjadi salah satu tema yang cukup kuat dalam GJLS: Berapi-Api.
Hubungan antara Rigen, Rispo, dan Hifdzi menjadi bagian penting dari perjalanan cerita. Ketiganya tidak hanya berperan sebagai karakter komedi, tetapi juga membawa dinamika persahabatan yang menjadi salah satu daya tarik film.
Dalam konferensi pers, Ananta Rispo bahkan sempat terbawa suasana ketika membicarakan hubungan persahabatannya dengan Rigen dan Hifdzi. Momen emosional tersebut menunjukkan bahwa proyek film ini memiliki arti tersendiri bagi ketiganya.
Rispo mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali menjalani sebuah proyek bersama dua sahabatnya. Momen tersebut kemudian diwarnai pelukan antara ketiga pemeran utama.
Sementara itu, Hifdzi Khoir menjelaskan bahwa film terbaru ini tetap membawa unsur yang menjadi ciri khas GJLS, tetapi dikembangkan dengan cerita yang lebih luas.
Menurutnya, GJLS: Berapi-Api mencoba menghadirkan komedi yang lebih hangat sekaligus dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai kelompok usia.
Monty Tiwa Pastikan Ceritanya Berbeda dari Film Sebelumnya
GJLS: Berapi-Api disutradarai oleh Monty Tiwa. Sang sutradara menegaskan bahwa film ini bukan sekadar pengulangan dari film GJLS sebelumnya.
Cerita yang dihadirkan dalam GJLS: Berapi-Api merupakan kisah baru dengan konflik dan latar yang berbeda. Film ini juga dirancang agar dapat menjadi tontonan yang bisa dinikmati bersama keluarga.
Pendekatan tersebut membuat film tidak hanya mengandalkan humor dari para pemeran utamanya. Cerita persahabatan, perjuangan menjadi petugas pemadam kebakaran, serta berbagai situasi penyelamatan menjadi elemen yang turut membentuk keseluruhan film.
Dengan konsep tersebut, GJLS: Berapi-Api mencoba mempertahankan identitas komedinya sekaligus memperluas cerita agar dapat diterima oleh penonton dengan rentang usia yang lebih beragam.
Barasuara Isi Original Soundtrack dengan “Api dan Mimpi”
Tidak hanya poster dan trailer, film ini juga memperkenalkan original soundtrack berjudul “Api dan Mimpi” yang dibawakan oleh Barasuara.
Kehadiran band tersebut memberikan warna tersendiri bagi promosi film. Musik dengan karakter khas Barasuara diharapkan dapat memperkuat energi dan semangat yang dibawa oleh cerita GJLS: Berapi-Api.
Lagu “Api dan Mimpi” juga menjadi bagian dari identitas film yang mengangkat tema tentang perjuangan, persahabatan, dan keinginan untuk menjadi sosok yang dapat membantu orang lain.
Sebelumnya, terdapat pula momen humor terkait perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi. Namun, persoalan tersebut akhirnya berujung pada kolaborasi musikal melalui original soundtrack film.
Deretan Pemain GJLS: Berapi-Api
Selain Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir sebagai pemeran utama, GJLS: Berapi-Api turut menghadirkan sejumlah aktor, komika, dan talenta dari berbagai generasi.
Beberapa nama yang terlibat dalam film ini antara lain Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani atau Inayma, Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.
Kehadiran para pemain tersebut diharapkan dapat memberikan warna yang lebih beragam terhadap cerita. Perpaduan antara komika dan aktor dengan latar belakang berbeda juga menjadi salah satu unsur yang menarik dari film ini.
GJLS: Berapi-Api Tayang 5 November 2026
Bagi penggemar GJLS dan film komedi Indonesia, GJLS: Berapi-Api dijadwalkan hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.
Film ini membawa kombinasi komedi, persahabatan, aksi penyelamatan, serta cerita mengenai perjuangan tiga sahabat yang ingin menjadi petugas pemadam kebakaran.
Dengan dirilisnya poster, trailer, dan original soundtrack, penonton kini bisa mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai film terbaru yang dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir tersebut.
Kehadiran Barasuara melalui lagu “Api dan Mimpi” juga menambah elemen musikal dalam kampanye promosi film.
Bagi yang ingin mengetahui informasi terbaru mengenai film ini, perkembangan selanjutnya dapat dipantau melalui kanal resmi Amadeus Sinemagna serta akun media sosial resmi GJLS: Berapi-Api.
Dengan jadwal tayang yang telah ditetapkan pada 5 November 2026, GJLS: Berapi-Api menjadi salah satu film komedi Indonesia yang akan hadir di bioskop pada akhir tahun. Penonton pun tinggal menunggu bagaimana kisah tiga sahabat tersebut diterjemahkan ke layar lebar dan bagaimana mereka menghadapi berbagai kekacauan selama menjalankan tugas sebagai calon petugas pemadam kebakaran.






