Friday, May 15, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda NASIONAL

Wagub Jabar Nyatakan Tak Elok Bandingkan Adzan dengan Suara Anjing

Sri Agustina Editor Sri Agustina
24/02/2022 18:25
in NASIONAL
A A
Wagub Jabar Nyatakan Tak Elok Bandingkan Adzan dengan Suara Anjing

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menanggapi pernyataan Menag soal suara azan. (Foto:dok.)

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang juga Panglima Santri Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menilai tak elok mengandaikan adzan mengganggu seperti suara atau gonggongan anjing.

“Tidak elok mentasbihkan adzan dengan gonggongan anjing, karena mengganggu. Gonggongan anjing dan suara adzan akan berbeda di telinga,” ujar Wagub Uu menyikapi pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qouma soal aturan pengeras suara ini menjadi polemik di masyarakat, apalagi saat Menag mencontohkan suara bising gonggongan anjing, Kamis, 24 Februari 2022.

Uu menyatakan gangguan dari gonggongan anjing sangat berbeda dengan suara adzan dari pengeras suara (toa speaker). Bahkan menurutnya, suara adzan terbukti banyak menuntun orang untuk masuk Islam dan menjadi mualaf.

BacaJuga

Penggagalan Penyelundupan Besar di Atlantik, Spanyol Amankan 45 Ton Kokain

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Penumpang Tewas dan WHO Turun Tangan

Begini Sikap TNI AD terhadap Anggotanya yang Bertindak ‘Koboi’ di Kemang

Wapres Gibran Membuka Layanan Pengaduan WhatsApp dan Kunjungan Istana

“Bahkan banyak orang masuk Islam karena suara adzan. Oleh karena itu, Menteri Agama mohon bijaksana dalam membuat pernyataan,” katanya.

Uu juga mengutarakan pendapatnya terkait diterbitkannya Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Ia meminta pihak Kementerian Agama (Kemenag) agar lebih bijak dalam membuat aturan.

Dia mengungkapkan Surat Edaran ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, sehingga memicu kegaduhan. Terutama, katanya, waktu penerbitan Surat Edaran ini dinilai kurang tepat karena menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kalau boleh, Kemenag jangan bikin gaduh, karena umat Islam sekarang sedang siap-siap menghadapi bulan Ramadhan,” kata Pak Uu.

“Memang masalah surat edaran pemakaian pengeras suara ada yang setuju, ada yang tidak. Tetapi justru pro kontranya itu yang bikin gaduh dan ramai,” tuturnya.

Uu mengatakan pihak Kemenag seyogyanya melibatkan tokoh-tokoh agama dari berbagai daerah di seluruh Indonesia untuk berdiskusi sebelum membuat aturan.

Dengan demikian, aturan akan lebih mudah diterapkan dan ditaati, meski surat edaran tidak memiliki kekuatan hukum.

“Paling tidak ada komunikasi dulu dengan tokoh agama atau pemuka masyarakat lainnya. Jangan tiba-tiba (keluarkan) edaran, masyarakat banyak yang bertanya pada saya,” ujar Pak Uu.

“Sekalipun secara hierarki surat edaran tidak memiliki kekuatan hukum, tetapi masyarakat banyak yang resah dengan hal semacam ini,” katanya.

Lebih lanjut Pak Uu menyarankan agar pihak Kemenag lebih menitikberatkan penyusunan aturan terkait pemanfaatan masjid dan mushala jelang Ramadhan, namun disesuaikan dengan kondisi perkembangan pandemi covid-19.
​
Menurutnya, langkah tersebut lebih bijak untuk dilakukan di negara dengan penduduk mayoritas Muslim ini.

Kendati demikian, Pak Uu yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat ini menyatakan siap untuk mengikuti aturan surat edaran tersebut, sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.

“Kalau saya selaku perintah akan mengikuti apa yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat, karena kami merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat,” kata Pak Uu.

Dia harap Kemenag lebih bijaksana dalam mengambil keputusan pengaturan agama di Indonesia yang mayoritas Muslim.

“Lebih baik kita persiapkan umat Islam menghadapi bulan suci Ramadan, surat edaran masjid harus dipersiapkan untuk Salat Tarawih dan sebagainya. Itu akan lebih mengena dan adem pada masyarakat,” ujarnya.

Uu juga mengajak Kemenag untuk mengalihkan fokus penyusunan kebijakan pada permasalahan keberpihakan pemerintah untuk pondok pesantren, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah, hingga isu toleransi di beberapa daerah yang dianggap rawan.

“Mungkin masih banyak hal-hal yang harus diatur oleh pemerintah lewat Kemenag, seperti tentang pesantren-pesantren salafiyah yang tidak ada sekolahnya. Madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah swasta yang kekurangan guru dan sarana prasarana. Kemudian juga tentang daerah-daerah yang dianggap toleransinya rawan,” kata Uu.

Jelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, kata Uu, penggunaan pengeras suara masjid dan musala menjadi sangat vital, karena menjadi momentum syiar Islam.
​
Sehingga jika ada pihak yang merasa terganggu dengan penggunaan speaker masjid, Uu harapkan rasa saling menghargai masyarakat lebih ditingkatkan.

“Di Bulan Ramadan dan Lebaran nanti, penggunaan pengeras suara pasti lebih banyak, sebagai syiar nuansa Ramadan. Kalau memang ada umat Islam atau nonMuslim yang merasa terganggu, di sinilah kita harus lebih saling menghargai,” kata dia.*

 

Tags: pernyataan menagSuara azan dan anjingwagub jabar
Posting Sebelumnya

Menag Yaqut Bandingkan Suara Azan dengan Suara Anjing Tuai Hujatan

Posting berikutnya

Serangan Rusia ke Ukraina Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Menag Yaqut Bandingkan Suara Azan dengan Suara Anjing Tuai Hujatan

Menag Yaqut Bandingkan Suara Azan dengan Suara Anjing Tuai Hujatan

24/02/2022 17:28
Posting berikutnya
Serangan Rusia ke Ukraina Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II

Serangan Rusia ke Ukraina Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II

Terungkapnya Kasus Pembunuhan di Aceh Barat Diapresiasi Bupati

Lansia di Medan Tewas, Diduga Menjadi Korban Perampokan

Bangunan rusak akibat gempa bermagnitudo 6,2 di Pasaman Barat yang dipicu  Sesar Sumatra. (Foto:Medcom)

Gempa Bermagnitudo 6,2 di Pasaman Barat Dipicu  Sesar Sumatra

Harga Minyak Goreng di Palembang Masih Tinggi

Polisi Aceh Selidiki Penimbunan Minyak Goreng oleh Distributor

3 Warga Meninggal dan 60 Orang Luka-luka Akibat Gempa Pasaman Barat

3 Warga Meninggal dan 60 Orang Luka-luka Akibat Gempa Pasaman Barat

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Tiongkok Laporkan 71 Infeksi Baru Covid-19, Kasus Delta Penyebab

Bangka Belitung Tekan Kasus Covid-19, 6 Kabupaten Tanpa Kasus Baru

31/10/2022 16:45
6 Fitur Unggulan iPhone 16 Series: Inovasi Terbaru dari Apple

6 Fitur Unggulan iPhone 16 Series: Inovasi Terbaru dari Apple

30/07/2025 15:00
Pasokan Berkurang Harga Ikan Laut di Aceh Tinggi

Pasokan Berkurang Harga Ikan Laut di Aceh Tinggi

08/09/2021 12:21
Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Babel Baru 25,88 Persen

Empat Kabupaten di Babel Nihil Penambahan Kasus Covid-19

24/10/2021 12:00
Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Padang Lebaran Hari Ini

Jamaah Tarekat Naqshabandiyah Padang Lebaran Hari Ini

01/05/2022 12:36
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist