Wednesday, January 14, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Kontroversi Genshin Impact: Denda Besar dan Arah Baru Industri Game

cecil Editor cecil
13/08/2025 13:00
in TEKNOLOGI
A A
Kontroversi Genshin Impact: Denda Besar dan Arah Baru Industri Game
Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID -Genshin Impact, game populer karya Hoyoverse, tengah menjadi sorotan akibat pelanggaran privasi dan praktik monetisasi yang kontroversial. Denda sebesar USD 20 juta (setara Rp 327 miliar) dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) telah mengguncang industri game dan memicu diskusi tentang perlindungan konsumen, khususnya anak-anak. Artikel ini membahas dampak denda, tantangan industri game, serta masa depan Genshin Impact.

Kontroversi Genshin Impact: Pelanggaran Privasi dan Loot Box

FTC menyoroti pelanggaran privasi anak-anak oleh Hoyoverse, termasuk pengumpulan data pribadi tanpa izin orang tua. Selain itu, mekanisme loot box dalam Genshin Impact dituding menyesatkan, terutama bagi pemain muda. Loot box memungkinkan pemain membeli mata uang virtual untuk mendapatkan hadiah acak, tetapi peluang memperoleh item langka sering kali tidak transparan.

Samuel Levine, Direktur Biro Perlindungan Konsumen FTC, menyatakan bahwa praktik ini memanipulasi pemain, termasuk anak-anak, untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar. “Pengembang game harus bertanggung jawab atas praktik yang merugikan konsumen,” ujarnya.

Kata Kunci: Genshin Impact, loot box, privasi anak, FTC, denda Hoyoverse

Dampak Denda dan Langkah Perbaikan

Denda besar ini mendorong Hoyoverse untuk menerapkan perubahan signifikan, seperti:

BacaJuga

Harga dan Spesifikasi Xiaomi 17 Series: Varian Terbaru dengan Teknologi Canggih

Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S11 serta Tab S11 Ultra di Indonesia

AMD dan Cohere Perkuat Kemitraan Global untuk Akselerasi Inovasi AI Enterprise

AMD Perkuat Kemitraan Global dengan Cohere untuk Mendorong Inovasi AI Perusahaan

  • Membatasi pembelian loot box bagi pemain di bawah 16 tahun tanpa persetujuan orang tua.
  • Meningkatkan transparansi terkait peluang hadiah dalam loot box.
  • Menghapus data pribadi anak-anak yang dikumpulkan tanpa izin.

Langkah-langkah ini bertujuan untuk melindungi konsumen muda dan mempromosikan transparansi dalam industri game.

Tantangan Industri Game Modern

Kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam industri game, terutama terkait model monetisasi seperti loot box. Sistem ini sering menargetkan pemain muda yang belum memahami nilai uang atau risiko pembelian dalam game. Menurut laporan, Genshin Impact telah menghasilkan lebih dari USD 3 miliar sejak diluncurkan pada 2020, dengan 30,7% pendapatan berasal dari Tiongkok, diikuti Jepang dan Amerika Serikat. Keberhasilan finansial ini menegaskan pentingnya tanggung jawab sosial dalam pengembangan game.

Kata Kunci: monetisasi game, perlindungan konsumen, industri game, tanggung jawab sosial

Masa Depan Genshin Impact dan Industri Game

Putusan FTC menjadi tonggak penting dalam regulasi industri game. Hoyoverse kini dituntut untuk menerapkan praktik yang lebih etis dan transparan. Meski berada di tengah kontroversi, Genshin Impact tetap memiliki basis pemain yang kuat. Langkah Hoyoverse dalam menangani kasus ini dapat menjadi contoh bagi pengembang lain untuk mengutamakan perlindungan konsumen.

Bagi pemain, penting untuk memahami mekanisme game dan membuat keputusan yang bijak. Sementara itu, pengembang harus menjaga kepercayaan pemain untuk meraih kesuksesan jangka panjang.

Kata Kunci: regulasi game, transparansi, perlindungan pemain, masa depan Genshin Impact

Kesimpulan

Kontroversi Genshin Impact menyoroti perlunya regulasi yang ketat dan transparansi dalam industri game. Dengan denda besar dan perubahan kebijakan, Hoyoverse diharapkan dapat menjadi pelopor praktik yang lebih bertanggung jawab. Pemain juga perlu meningkatkan kesadaran tentang hak mereka sebagai konsumen. Masa depan industri game bergantung pada keseimbangan antara inovasi, keuntungan, dan perlindungan konsumen.

Posting Sebelumnya

7 Alternatif Legal Pengganti Simontok Browser: Aman, Cepat, dan Bebas Akses

Posting berikutnya

Upin & Ipin Universe: Ketika Nostalgia Tidak Cukup Menutupi Kekurangan

cecil

cecil

BeritaTerkait

Lirik dan Makna Lagu “Paper Rings” Taylor Swift yang Viral di TikTok

Lirik dan Makna Lagu “Paper Rings” Taylor Swift yang Viral di TikTok

31/12/2025 16:00
Konser Reuni Angelfish Dukung Anak-Anak Palestina melalui Aksi Kemanusiaan

Konser Reuni Angelfish Dukung Anak-Anak Palestina melalui Aksi Kemanusiaan

31/12/2025 08:00
BLACKPINK Siapkan Lagu Baru dan Konser di Jakarta 2025

BLACKPINK Siapkan Lagu Baru dan Konser di Jakarta 2025

30/12/2025 16:00
Sam Rivers Meninggal, Fred Durst Kenang Perjalanan Limp Bizkit

Sam Rivers Meninggal, Fred Durst Kenang Perjalanan Limp Bizkit

30/12/2025 08:00
Juicy Luicy Hadirkan “Elu-Elukan”, Cerita Patah Hati yang Penuh Makna

Juicy Luicy Hadirkan “Elu-Elukan”, Cerita Patah Hati yang Penuh Makna

29/12/2025 12:00
Posting berikutnya
Upin & Ipin Universe: Ketika Nostalgia Tidak Cukup Menutupi Kekurangan

Upin & Ipin Universe: Ketika Nostalgia Tidak Cukup Menutupi Kekurangan

Pemecatan Generasi Z: Tantangan dan Strategi Mengelola Tenaga Kerja Muda di Era Digital

Pemecatan Generasi Z: Tantangan dan Strategi Mengelola Tenaga Kerja Muda di Era Digital

Kode Redeem FF 6 Agustus 2025: Dapatkan Bundle Akatsuki, Skin Naga, dan Token Itachi Gratis!

Kode Redeem FF 6 Agustus 2025: Dapatkan Bundle Akatsuki, Skin Naga, dan Token Itachi Gratis!

Kode Redeem Free Fire Terbaru: Dapatkan Hadiah Eksklusif Sekarang!

Kode Redeem Free Fire Terbaru: Dapatkan Hadiah Eksklusif Sekarang!

Harga Nintendo Switch 2 di Indonesia Turun Signifikan pada Agustus 2025

Harga Nintendo Switch 2 di Indonesia Turun Signifikan pada Agustus 2025

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

BNPB Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa di Nias

BNPB Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Akibat Gempa di Nias

16/05/2021 06:14
Menparekraf Pesan Suvenir Tamu VVIP ke Perajin di Aceh

Menparekraf Pesan Suvenir Tamu VVIP ke Perajin di Aceh

04/08/2022 16:27
Gubernur BI Sampaikan Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

Gubernur BI Sampaikan Percepatan Pembangunan Ekonomi Aceh

12/06/2023 15:44
Meterai Elektronik Siap Diberlakukan

Meterai Elektronik Siap Diberlakukan

02/10/2021 09:00
Otoritas Nigeria Padamkan Jaringian Telekomunikasi

Otoritas Nigeria Padamkan Jaringian Telekomunikasi

21/09/2021 10:02
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist