Thursday, October 29, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda BERITA UTAMA

Kerap Konsumsi Obat Tradisional Buat Kebugaran, Malah Berujung Kematian

Sri Agustina Editor Sri Agustina
05/04/2022 14:11
in BERITA UTAMA, KESEHATAN, LIFESTYLE
A A
Kerap Konsumsi Obat Tradisional Buat Kebugaran, Malah Berujung Kematian

Ilustrasi obat tradisional mengandung zat kimia berbahaya.

Share on FacebookShare on Twitter

Suma.id: Awalnya, suami Rini mencoba suplemen jamu kesehatan untuk mengobati lelah dan letih yang dirasakannya setiap hari. Suplemen itu diperkenalkan dari kakaknya. Bukannya tubuh bugar yang didapat, justru suami Rini malah berujung meninggal dunia.

“Awal konsumsi itu dia (suami) merasakan banyak perubahan baik dalam tubuhnya. Badan menjadi enak, segar. Dan akhirnya terus belanjutlah ia mengkonsumsi itu sehari 4 kapsul selama dua tahun,” tutur Rini dalam Webinar Bertajuk Bahaya Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Selasa, 5 April 2022.

Rini mengaku, suplemen jamu teresebut bisa dengan mudah ditemukan di warung dan pasar dengan harga terjangkau. Karenanya, suami Rini terus saja mengkonsumsi suplemen tersebut.

BacaJuga

iPhone 18 Pro Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

Bapak Paling Jujur, Andovi da Lopez Jadi Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong

LayarKaca Sisa Percakapan, Single Perdana tentang Refleksi dan Proses Pendewasaan

5 Cara Cek Nomor HP Tidak Dikenal, Waspadai Spam dan Penipuan

Tapi rupanya, kondisi baik suami Rini tidak bertahan lama. Kurang lebih 1,5 tahun setelah mengkonsumsi suplemen jamu itu secara rutin, suami Rini memutuskan untuk berheti. Tak disangka-sangka, efek buruk langsung timbul setelahnya.

Suaminya jadi sering sesak napas. Padahal Rini tahu betul bahwa suaminya menjalani gaya hidup sehat. Tidak merokok, sering berolahraga dan tidak pernah bergadang. Pun, suaminya tidak pernah memiliki riwayat penyakit asma.

“Setelah check up ternyata mengarah ke penyakit jantung. Jantungnya diketahui mengalami pembengkakan. Katupnya 70% tidak berfungsi. Paru-parunya pun dipenuhi cairan. Dan itu yang membuat kondisinya semakin menurun,” beber Rini.

Dokter mengatakan, penyakit suaminya disebabkan oleh mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia berbahaya. Tak lama setelah itu, suaminya pun harus berpulang karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

“Pesan saya, lebih berhati-hati lagi kalau mau minum obat tradisional. Karena ada oknum yang masih nakal di luar sana yang menggunakan bahan kimia obat yang berbahaya bagi kesehatan tanpa memikirkan kesehatan pembeli,” tandas dia.

Diakui Dokter Spesialis Penyakit Dalam Desca Medika Hertanto, suami Rini bukanlah satu-satunya orang yang menjadi korban dari penggunaan obat tradisional yang mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Ia pun pernah menemukan satu kasus, di mana ada seorang anak muda yang rutin mengkonsumsi jamu yang telah dicampur bahan kimia obat secara rutin untuk meningkatkan kebugaran. Namun demikian, setelah beberapa tahun kemudian, baru dirasakan efek buruk. Yang paling terasa ialah tubuh pasiennya semakin hari semakin lemas.

“Setelah dicek ternyata dia sudah gagal ginjal terminal. Kalau sudah seperti itu bagaimana? Produktivitas pasti akan turun. Harus cuci darah seminggu dua kali. Coba bayangkan berapa banyak waktu dan uang yang terbuang,” ungkap dia.

Pada dasarnya, Desca mengakui bahwa jamu tradisional memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh. Banyak penelitian yang sudah membuktikannya. Namun akan menjadi berbahaya apabila jamu tersebut dicampur dengan bahan kimia obat.

“Misalnya jamu A dimasukkan obat A. Obat A ini manfaatnya untuk demam. Tapi orang-orang sehat yang pegal-pegal atau lemas mengkonsumsi obat demam itu, padahal mereka tidak demam. Memang mungkin awalnya akan timbul perasaan nyaman, enak. Tapi kalau terus-menerus akan timbul efek samping yang tentu tidak kita inginkan,” jabar dia.

Bahaya mengkonsumsi jamu herbal yang mengandung bahan kimia obat berpotensi melukai organ jantung, ginjal dan liver. Terlebih saat orang mengkonsumsinya dalam jumlah banyak dan secara rutin.

Beberapa ciri yang bisa dikenali, yang merupakan efek buruk dari penggunaan jamu berbahan obat kimia diantaaranya ialah lemas, mual, muntah, BAB menjadi hitam. Untuk orang yang sudah terlanjur mengkonsumsi suplemen atau obat tradisional namun merasakan efek samping, Desca menyarankan agar segera pergi memeriksakan diri ke dokter.

“Pertama, kalau ada keluhan timbul berulang dan terus-menerus setelah meminum obat itu, pasti ada masalah dan mungkin ada penyakit yang tidak diketahui. Karenanya, hentikan dan cari info apa penyakitnya ke dokter. Agar terapi yang diberikan bisa tepat sasaran,” jelas dia.

Selain itu, Desca meminta kepada masyarakat agar teliti dalam melihat satu produk, khususnya obat-obatan yang berlabel herbal. Pastikan obat tersebut telah terdaftar di Badan POM.

“Karena apa? Kita dihadapkan dengan berbagai macam produk jamu yang ada setiap hari. Semakin kita mencari info, maka semakin kita akan terlindungi. Kalau kita ingin mengkonsumsi sesuatu, perhatikan dulu. Apakah tepat indikasi dan juga cari efek sampingnya. Cari sumber info yang valid agar mencegah dari efek samping dari penggunaan jamu mengandung bahan kimia obat,” ucap dia.

Tags: efek kematiankesehatanObat tradisional
Posting Sebelumnya

Dugaan Kartel 9 Perusahaan Minyak Sawit, MAKI Lapor ke KPPU

Posting berikutnya

Ketersediaan BBM di Sumut Relatif Aman

Sri Agustina

Sri Agustina

BeritaTerkait

Gejala Flu Berat: Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter

Gejala Flu Berat: Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Dokter

28/09/2026 13:46
Kasus ISPA Akibat Karhutla Meningkat, Warga di Daerah Terdampak Diminta Perhatikan Kesehatan

Kasus ISPA Akibat Karhutla Meningkat, Warga di Daerah Terdampak Diminta Perhatikan Kesehatan

24/09/2026 13:20
Rajin Makan Buah dan Sayur Bantu Turunkan Risiko Asam Urat, Ini Penjelasan dari Sejumlah Studi

Rajin Makan Buah dan Sayur Bantu Turunkan Risiko Asam Urat, Ini Penjelasan dari Sejumlah Studi

28/07/2026 09:53
Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Kenali Risiko Asam Urat dan Hipertensi Menurut Pakar

Waspada Konsumsi Fruktosa Berlebih, Kenali Risiko Asam Urat dan Hipertensi Menurut Pakar

27/07/2026 09:58
Sering Lelah Tanpa Sebab? Waspada Gejala Gangguan Jantung yang Kerap Diabaikan

Sering Lelah Tanpa Sebab? Waspada Gejala Gangguan Jantung yang Kerap Diabaikan

25/07/2026 09:39
Posting berikutnya
SPBU Palembang Diminta Siapkan Petugas Atur Antrean Beli Solar

Ketersediaan BBM di Sumut Relatif Aman

Waspada, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Meningkat

4 Kabupaten/Kota di Bangka Belitung Nihil Covid-19

Rusun Santri Senilai Rp6,5 Miliar di Kampar Riau Siap Dihuni

Rusun Santri Senilai Rp6,5 Miliar di Kampar Riau Siap Dihuni

Polisi Tangkap Penimbun BBM Solar Subsidi di Jambi

Polisi Tangkap Penimbun BBM Solar Subsidi di Jambi

Hong Kong Kewalahan Urus Jenazah di Tengah Wabah Covid-19

Hong Kong Kewalahan Urus Jenazah di Tengah Wabah Covid-19

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Jumlah Kunjungan Wisatawan 2022 ke Pesawaran Turun

Jumlah Kunjungan Wisatawan 2022 ke Pesawaran Turun

15/02/2023 22:11
Huawei Pura 80 Series: Spesifikasi Unggulan Siap Saingi iPhone 17

Huawei Pura 80 Series: Spesifikasi Unggulan Siap Saingi iPhone 17

13/10/2025 10:00
Aceh Siap Jadi Lokomotif Wisata Kesehatan

Aceh Siap Jadi Lokomotif Wisata Kesehatan

23/03/2022 23:48
Elon Musk Berencana Investasi di Indonesia dengan Fokus pada Konektivitas Internet

Elon Musk Berencana Investasi di Indonesia dengan Fokus pada Konektivitas Internet

28/07/2025 09:13
Garten of Banban 4: Petualangan Horor Penuh Teka-Teki dan Ketegangan

Garten of Banban 4: Petualangan Horor Penuh Teka-Teki dan Ketegangan

20/08/2025 14:00
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist