Saturday, July 18, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE KESEHATAN

Jamur Sporothrix Menular dari Kucing ke Manusia Kini Mulai Menginfeksi Hewan Liar

Jamur Sporothrix Menular dari Kucing ke Manusia Kini Mulai Menginfeksi Hewan Liar

cecil Editor cecil
18/07/2026 13:35
in KESEHATAN
A A
Jamur Sporothrix Menular dari Kucing ke Manusia Kini Mulai Menginfeksi Hewan Liar

Ilustrasi(Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Jamur Sporothrix menular dari kucing ke manusia menjadi perhatian serius para ilmuwan dan otoritas kesehatan setelah muncul laporan bahwa jamur penyebab penyakit sporotrikosis tersebut kini mulai ditemukan pada berbagai spesies hewan liar. Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran baru karena dapat memperluas rantai penyebaran penyakit yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kucing domestik dan manusia.

Selama bertahun-tahun, sporotrikosis dikenal sebagai penyakit infeksi jamur yang menyerang kulit dan jaringan di bawahnya. Penyakit ini dapat menimbulkan luka kronis yang sulit sembuh dan dalam beberapa kasus dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Kini, dengan ditemukannya kasus infeksi pada satwa liar, para peneliti memperingatkan bahwa pengendalian penyakit ini bisa menjadi semakin kompleks. Selain berpotensi mengancam kesehatan manusia, penyebaran ke alam liar juga dapat berdampak pada kelestarian berbagai spesies hewan.

BacaJuga

Pemanis Buatan Berpotensi Ganggu Metabolisme dan Kesehatan Usus, Benarkah Lebih Sehat dari Gula?

Cara Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami, Bukan Sekadar Mengurangi Garam Menurut Ahli Medis

4 Teh untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami dan Menjaga Kesehatan Jantung

Dampak Sering Konsumsi Makanan yang Digoreng, Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Tubuh

Jamur Sporothrix Menular dari Kucing ke Manusia dan Menjadi Ancaman Baru

Sporothrix merupakan kelompok jamur yang hidup secara alami di tanah, tanaman, kayu lapuk, serta lingkungan lembap lainnya. Pada masa lalu, infeksi sporotrikosis lebih sering ditemukan pada pekerja kebun, petani, atau orang yang sering bersentuhan langsung dengan tanah dan tanaman.

Karena itulah penyakit ini sempat dikenal dengan sebutan “rose gardener’s disease” atau penyakit yang sering menyerang para tukang kebun.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, pola penyebaran penyakit ini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Salah satu spesies yang paling mendapat perhatian adalah Sporothrix brasiliensis, yang diketahui memiliki kemampuan penyebaran lebih agresif dibandingkan jenis Sporothrix lainnya.

Jamur ini dapat berpindah dari satu inang ke inang lain melalui cakaran, gigitan, atau kontak langsung dengan luka yang terinfeksi. Kucing menjadi salah satu hewan yang paling berperan dalam penyebaran penyakit tersebut karena mampu membawa jumlah jamur yang tinggi pada luka maupun cairan tubuhnya.

Akibatnya, risiko penularan kepada manusia menjadi lebih besar, terutama bagi pemilik hewan peliharaan, dokter hewan, petugas penyelamat satwa, dan individu yang sering berinteraksi dengan kucing yang sakit.

Bagaimana Sporotrikosis Menular?

Penularan sporotrikosis dapat terjadi melalui beberapa cara. Pada manusia, infeksi biasanya dimulai ketika spora jamur masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit.

Selain dari lingkungan alami seperti tanah dan tanaman, infeksi juga dapat terjadi akibat cakaran atau gigitan kucing yang telah terinfeksi jamur Sporothrix.

Ketika jamur berhasil masuk ke dalam jaringan tubuh, infeksi akan berkembang secara perlahan dan menimbulkan berbagai gejala yang umumnya muncul pada kulit.

Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem limfatik, terutama jika tidak segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Gejala Sporotrikosis pada Manusia dan Hewan

Gejala sporotrikosis pada manusia maupun hewan memiliki kemiripan yang cukup besar.

Tahap awal infeksi biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil di area kulit yang terkena. Benjolan tersebut sering kali tampak seperti gigitan serangga atau luka ringan sehingga mudah diabaikan.

Seiring waktu, benjolan akan berkembang menjadi luka terbuka atau ulkus yang sulit sembuh. Luka tersebut dapat membesar dan menyebar ke area tubuh lainnya.

Pada kondisi yang lebih serius, infeksi dapat menyerang sistem limfatik sehingga menyebabkan munculnya beberapa luka baru yang mengikuti jalur pembuluh getah bening.

Bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, jamur bahkan berpotensi menyerang organ dalam seperti paru-paru, tulang, dan sendi.

Sementara pada kucing, infeksi sering ditandai dengan luka pada wajah, hidung, telinga, atau kaki yang tidak kunjung sembuh serta dapat mengeluarkan cairan yang mengandung jamur.

Mengapa Penyebaran ke Hewan Liar Sangat Mengkhawatirkan?

Penemuan jamur Sporothrix pada satwa liar menjadi perhatian besar para ahli epidemiologi dan konservasi.

Sebelumnya, upaya pengendalian penyakit dapat difokuskan pada populasi kucing domestik dan kucing liar di lingkungan perkotaan. Namun, ketika jamur mulai masuk ke populasi hewan liar, situasinya menjadi jauh lebih sulit dikendalikan.

Para peneliti menduga penularan terjadi melalui kontak langsung antara kucing liar yang terinfeksi dengan satwa liar di sekitar wilayah urban, pinggiran kota, atau kawasan hutan.

Perkelahian, perebutan wilayah, dan interaksi lainnya dapat menjadi jalur penyebaran jamur ke berbagai spesies mamalia kecil dan hewan pengerat.

Jika hewan liar yang terinfeksi kemudian menjadi reservoir alami atau tempat berkembangnya jamur di alam, risiko penyebaran penyakit akan meningkat secara signifikan.

Kondisi ini dapat menciptakan siklus penularan baru yang lebih sulit dipantau dan dihentikan.

Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat dan Keanekaragaman Hayati

Penyebaran sporotrikosis ke satwa liar tidak hanya menjadi masalah kesehatan hewan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Semakin banyak spesies yang dapat menjadi pembawa jamur, semakin besar pula kemungkinan manusia terpapar melalui interaksi langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan yang telah terkontaminasi.

Di sisi lain, beberapa spesies hewan liar yang rentan dapat mengalami penurunan populasi jika infeksi menyebar secara luas. Hal ini tentu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan mengancam keanekaragaman hayati.

Karena itu, pengawasan terhadap penyebaran penyakit ini menjadi sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih luas di masa mendatang.

Cara Mencegah Penularan Sporotrikosis

Para ahli kesehatan dan konservasi menyarankan beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.

  • Hindari kontak langsung dengan kucing yang memiliki luka mencurigakan.
  • Gunakan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit.
  • Segera periksakan kucing ke dokter hewan jika terdapat luka yang tidak kunjung sembuh.
  • Jaga kucing peliharaan tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi kontak dengan hewan liar atau kucing jalanan.
  • Cuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan.
  • Hindari menyentuh luka pada hewan tanpa alat pelindung.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu menekan risiko penyebaran jamur baik pada manusia maupun hewan.

Kesimpulan

Jamur Sporothrix yang selama ini dikenal menular dari kucing ke manusia kini mulai ditemukan pada sejumlah hewan liar. Temuan ini menjadi sinyal peringatan bagi dunia kesehatan dan konservasi karena berpotensi menciptakan rantai penularan baru yang lebih sulit dikendalikan.

Penyakit sporotrikosis dapat menyebabkan luka kronis pada manusia dan hewan, bahkan berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pengawasan terhadap populasi kucing, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemantauan satwa liar menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

Dengan upaya pencegahan yang tepat, risiko dampak kesehatan maupun kerusakan ekosistem akibat penyebaran jamur Sporothrix dapat diminimalkan.

Tags: EdukasiKesehatanInfoKesehatanJamurSporothrixKesehatanHewanKesehatanMasyarakatKonservasiSatwakucingPenyakitZoonosisSatwaliarSporotrikosis
Posting Sebelumnya

AI Berbayar untuk Produktivitas, 6 Alasan Mengapa Layanan Premium Layak Dicoba

Posting berikutnya

Nicolas Cage Tak Akan Menonton The Unbearable Weight of Massive Talent

cecil

cecil

BeritaTerkait

Pemanis Buatan Berpotensi Ganggu Metabolisme dan Kesehatan Usus, Benarkah Lebih Sehat dari Gula?

Pemanis Buatan Berpotensi Ganggu Metabolisme dan Kesehatan Usus, Benarkah Lebih Sehat dari Gula?

18/07/2026 14:02
Apakah Uban Prematur Berbahaya? Kenali Penyebab dan Risiko Kesehatannya

Apakah Uban Prematur Berbahaya? Kenali Penyebab dan Risiko Kesehatannya

14/07/2026 13:21
Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

Risiko Demensia Akibat Sering Melewatkan Sarapan, Ini Temuan Studi Terbaru

10/07/2026 15:57
Pemicu dan Gejala Awal Migrain yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Diabaikan

Pemicu dan Gejala Awal Migrain yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Diabaikan

04/07/2026 10:21
Defisiensi Vitamin B12: Gejala, Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah Kerusakan Saraf Sejak Dini

Defisiensi Vitamin B12: Gejala, Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah Kerusakan Saraf Sejak Dini

14/06/2026 16:28
Posting berikutnya
Nicolas Cage Tak Akan Menonton The Unbearable Weight of Massive Talent

Nicolas Cage Tak Akan Menonton The Unbearable Weight of Massive Talent

Pemanis Buatan Berpotensi Ganggu Metabolisme dan Kesehatan Usus, Benarkah Lebih Sehat dari Gula?

Pemanis Buatan Berpotensi Ganggu Metabolisme dan Kesehatan Usus, Benarkah Lebih Sehat dari Gula?

HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Smartphone Kencang untuk Main Game Tanpa Lag

HP Gaming Terbaik 2026: 6 Pilihan Smartphone Kencang untuk Main Game Tanpa Lag

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Free Fire Resmi Berkolaborasi dengan Anime Soul Land (Douluo Dalu) untuk Pengalaman Bermain yang Lebih Seru

Free Fire Resmi Berkolaborasi dengan Anime Soul Land (Douluo Dalu) untuk Pengalaman Bermain yang Lebih Seru

19/10/2025 08:00
Korban Lakalantas

Kecelakaan Mobil Masuk Jurang di Martapura, 4 Warga Bandar Lampung Tewas

01/05/2023 09:52
Wali Kota Pematangsiantar Ajak Warga Jangan Ragu Divaksin

Wali Kota Pematangsiantar Ajak Warga Jangan Ragu Divaksin

06/07/2021 22:15
Perbandingan Pendingin CPU untuk PC Kompak (SFF): Thermalright Peerless Assassin 120 Mini, Thermalright SI-100, dan ID Cooling IS-67-XT

Perbandingan Pendingin CPU untuk PC Kompak (SFF): Thermalright Peerless Assassin 120 Mini, Thermalright SI-100, dan ID Cooling IS-67-XT

14/10/2025 09:00
10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

10 Spot Foto Gunung Lawu Terbaik 2026: Dari Puncak hingga Kaki Gunung

04/05/2026 15:21
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist