SUMA.ID – Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen tersingkir di Libema Terbuka 2026 setelah mengalami kekalahan dramatis pada putaran pertama turnamen tenis WTA 250 yang berlangsung di ‘s-Hertogenbosch, Belanda. Pasangan ganda putri Indonesia yang datang dengan status unggulan kedua itu harus mengakui keunggulan pasangan Belanda-Inggris, Isabelle Haverlag dan Maia Lumsden, melalui pertandingan ketat yang berakhir dengan skor 1-6, 6-4, dan 8-10.
Hasil ini menjadi kejutan tersendiri mengingat Aldila dan Janice merupakan salah satu pasangan yang diunggulkan untuk melangkah jauh dalam turnamen lapangan rumput tersebut. Namun, performa impresif lawan terutama pada momen-momen krusial membuat langkah wakil Indonesia harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.
Kronologi Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Tersingkir di Libema Terbuka 2026
Pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 10 menit itu menyajikan pertarungan sengit sejak awal. Meski berstatus unggulan kedua, Aldila dan Janice tidak mampu mengembangkan permainan terbaik mereka pada set pembuka.
Pasangan Haverlag dan Lumsden tampil agresif sejak gim pertama. Mereka mampu memanfaatkan servis dengan sangat baik dan terus menekan pasangan Indonesia. Dominasi tersebut terlihat dari keberhasilan mereka merebut tiga gim beruntun setelah unggul 3-1.
Aldila dan Janice sebenarnya mampu mencatatkan persentase servis pertama masuk yang cukup tinggi, mencapai 78,3 persen. Namun, efektivitas permainan lawan membuat mereka kesulitan memperoleh poin-poin penting. Akibatnya, set pertama berakhir dengan skor telak 6-1 untuk kemenangan pasangan Belanda-Inggris.
Kondisi tersebut memaksa Aldila dan Janice untuk bangkit pada set kedua jika ingin menjaga peluang mereka tetap hidup di turnamen.
Kebangkitan Ganda Indonesia di Set Kedua
Memasuki set kedua, permainan Aldila dan Janice mulai menunjukkan perubahan positif. Keduanya tampil lebih tenang dan mampu memperbaiki koordinasi permainan, terutama saat menghadapi tekanan dari lawan.
Set kedua berlangsung jauh lebih seimbang dibandingkan set pertama. Kedua pasangan saling mempertahankan servis masing-masing sehingga skor berjalan ketat sejak awal pertandingan.
Momentum penting datang pada gim ketujuh ketika Aldila dan Janice berhasil mematahkan ritme permainan lawan untuk unggul 4-3. Keberhasilan tersebut menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri pasangan Merah Putih.
Selain itu, akurasi servis pertama mereka juga meningkat dengan catatan mencapai 77,3 persen. Performa yang lebih stabil membuat Aldila dan Janice mampu mempertahankan keunggulan hingga akhirnya memenangkan set kedua dengan skor 6-4.
Kemenangan pada set kedua memaksa pertandingan berlanjut ke babak super tie-break yang menjadi penentuan akhir.
Drama Super Tie-Break yang Menentukan Nasib Pertandingan
Babak super tie-break menjadi bagian paling menegangkan dalam pertandingan tersebut. Kedua pasangan bermain hati-hati namun tetap agresif untuk mengejar setiap poin yang tersedia.
Pada awal tie-break, pertandingan berlangsung sangat ketat hingga skor menunjukkan angka 5-5. Setelah itu, Aldila dan Janice berhasil menciptakan momentum positif dengan merebut tiga poin beruntun dan unggul 8-5.
Dalam posisi tersebut, peluang kemenangan tampak berada di tangan pasangan Indonesia. Namun, pengalaman dan ketenangan lawan saat menghadapi tekanan menjadi faktor pembeda.
Haverlag dan Lumsden berhasil bangkit secara luar biasa. Mereka merebut lima poin terakhir secara beruntun untuk membalikkan keadaan. Tanpa memberikan kesempatan kepada Aldila dan Janice untuk kembali mengembangkan permainan, pasangan Belanda-Inggris akhirnya menutup super tie-break dengan skor 10-8.
Kemenangan dramatis tersebut memastikan langkah Haverlag dan Lumsden berlanjut ke putaran berikutnya, sementara Aldila dan Janice harus mengakhiri perjuangan mereka di turnamen ini.
Statistik Pertandingan yang Menarik
Secara statistik, pertandingan berjalan cukup seimbang, terutama setelah memasuki set kedua. Namun, efektivitas lawan dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kemenangan mereka.
Beberapa catatan penting dari pertandingan ini antara lain:
- Skor akhir: 1-6, 6-4, 8-10
- Durasi pertandingan: 1 jam 10 menit
- Persentase servis pertama Aldila/Janice pada set pertama: 78,3 persen
- Persentase servis pertama Aldila/Janice pada set kedua: 77,3 persen
- Haverlag/Lumsden mencatatkan servis yang sangat efektif sepanjang pertandingan
- Super tie-break berakhir dengan comeback impresif dari pasangan Belanda-Inggris
Statistik tersebut menunjukkan bahwa pertandingan berlangsung kompetitif dan ditentukan oleh detail kecil pada momen-momen penting.
Janice Tjen Hadapi Tantangan Berat di Musim Lapangan Rumput
Kekalahan di sektor ganda menambah catatan kurang menguntungkan bagi Janice Tjen dalam ajang Libema Terbuka 2026. Sebelumnya, petenis muda Indonesia itu juga harus tersingkir pada sektor tunggal putri setelah kalah dari petenis Belgia, Greet Minnen, di putaran pertama.
Dua kekalahan dalam satu turnamen tentu menjadi bahan evaluasi penting bagi Janice menjelang rangkaian turnamen lapangan rumput berikutnya. Pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas di level WTA diharapkan dapat menjadi bekal berharga untuk meningkatkan performa pada kompetisi selanjutnya.
Sementara itu, bagi Aldila Sutjiadi, hasil ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi turnamen berikutnya di musim lapangan rumput yang terkenal memiliki karakter permainan berbeda dibanding lapangan keras maupun tanah liat.
Kesimpulan
Kekalahan Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen di Libema Terbuka 2026 menjadi hasil yang cukup mengejutkan mengingat status mereka sebagai unggulan kedua. Meski sempat bangkit dan memaksa pertandingan hingga super tie-break, pasangan Indonesia gagal mempertahankan keunggulan saat memasuki fase penentuan.
Pertandingan ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level WTA, di mana fokus dan konsistensi pada setiap poin dapat menentukan hasil akhir. Meskipun harus tersingkir lebih awal, pengalaman berharga dari turnamen ini dapat menjadi modal penting bagi Aldila dan Janice untuk menghadapi kompetisi berikutnya sepanjang musim 2026.











