Sunday, May 31, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

NASA dan Google Kembangkan Asisten Medis Berbasis AI untuk Misi Antariksa dan Kebutuhan Bumi

cecil Editor cecil
05/09/2025 09:00
in TEKNOLOGI
A A
NASA dan Google Kembangkan Asisten Medis Berbasis AI untuk Misi Antariksa dan Kebutuhan Bumi
Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID — NASA berkolaborasi dengan Google untuk menciptakan Crew Medical Officer Digital Assistant (CMO-DA), sebuah teknologi asisten medis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mendukung astronot dalam misi luar angkasa jarak jauh, seperti ke planet Mars. Sistem ini mampu memberikan diagnosis dan panduan pengobatan secara mandiri ketika akses ke dokter tidak memungkinkan di luar angkasa. Selain itu, teknologi ini juga memiliki potensi besar untuk diterapkan di daerah terpencil di Bumi, seperti wilayah bencana atau lokasi dengan akses medis terbatas.

Bagaimana CMO-DA Bekerja di Luar Angkasa?

CMO-DA memanfaatkan teknologi Google Cloud Vertex AI untuk mengintegrasikan input berupa suara, teks, dan gambar. Sistem ini menganalisis keluhan kesehatan, memproses citra medis, dan memberikan rekomendasi diagnosis serta langkah-langkah penanganan secara real-time. Teknologi ini telah diuji oleh NASA pada tiga kasus medis, dengan tingkat akurasi sebagai berikut:

  • Cedera pergelangan kaki: 88%
  • Sakit telinga: 80%
  • Nyeri punggung bawah: 74%

Pengujian dilakukan dengan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yaitu standar penilaian klinis yang umum digunakan dalam pelatihan medis profesional.

Kolaborasi Strategis NASA dan Google

Kerja sama ini memanfaatkan infrastruktur cloud, aplikasi, dan teknologi pelatihan model AI dari Google. Meski demikian, NASA memastikan kendali penuh atas kode sumber dan pengembangan model AI tetap berada di tangan mereka. Dengan pendekatan ini, NASA menjaga keamanan dan independensi pengembangan teknologi tersebut.

BacaJuga

Teknologi Adaptive Optics pada Teleskop Modern Bikin Pengamatan Bintang Lebih Tajam

Colorful iGame B850M ULTRA Hadir untuk AMD Ryzen dengan Fitur PCIe 5.0 dan Wi-Fi 7

NASA Temukan 27 Kandidat Planet Baru di Sistem Bintang Biner

Unreal Engine 6 Terungkap, Rocket League Tampil dengan Visual Generasi Baru

Manfaat Ganda: Misi Antariksa dan Aplikasi di Bumi

CMO-DA menawarkan solusi kesehatan yang inovatif dengan manfaat ganda:

  1. Di luar angkasa: Membantu astronot menjaga kesehatan selama misi jarak jauh tanpa kehadiran dokter.
  2. Di Bumi: Berpotensi menjadi solusi telemedicine di daerah terpencil, lokasi bencana, atau fasilitas kesehatan dengan keterbatasan tenaga medis.

Teknologi ini dapat menjadi terobosan dalam sistem kesehatan global, terutama untuk layanan telemedicine yang cerdas dan mandiri.

Tantangan Pengembangan CMO-DA

Meskipun menjanjikan, teknologi ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti:

  • Risiko kesalahan AI: Potensi “hallucination” AI, di mana sistem memberikan diagnosis yang salah namun tampak meyakinkan.
  • Integrasi data medis: Pengembangan sistem untuk mengintegrasikan data dari perangkat pengukur vital atau hasil laboratorium masih berlangsung.
  • Regulasi kesehatan: Penggunaan di Bumi memerlukan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan global yang ketat.

Rencana Pengembangan di Masa Depan

NASA berencana untuk meningkatkan kemampuan CMO-DA dengan menghubungkannya ke perangkat medis antariksa, memperluas data pelatihan AI, dan mengadaptasikan sistem untuk kondisi unik seperti efek gravitasi mikro. Tujuannya adalah menciptakan Precision Space Health, sebuah sistem kesehatan personal yang dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan setiap astronot selama misi panjang.

Kesimpulan

Kolaborasi antara NASA dan Google menghasilkan asisten medis AI yang tidak hanya mendukung misi luar angkasa, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di Bumi. CMO-DA menunjukkan bagaimana inovasi antariksa dapat diadaptasi untuk memberikan solusi kesehatan yang cerdas, mandiri, dan dapat diakses di berbagai kondisi, mulai dari luar angkasa hingga wilayah terpencil di Bumi.

Kata Kunci: NASA, Google, AI, asisten medis, CMO-DA, telemedicine, kesehatan antariksa, teknologi kesehatan, misi Mars, Precision Space Health.

Posting Sebelumnya

Shinobi: Art of Vengeance — Balas Dendam Ninja dalam Kanvas Seni Digital

Posting berikutnya

Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

cecil

cecil

BeritaTerkait

Nika Kalila Masters Championship 2026 Dorong Budaya Renang untuk Semua Generasi

Nika Kalila Masters Championship 2026 Dorong Budaya Renang untuk Semua Generasi

31/05/2026 10:24
Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

Konsumsi Telur Rutin Turunkan Risiko Alzheimer hingga 27 Persen

31/05/2026 10:08
Slank di Java Jazz Festival 2026 Jadi Sorotan Pecinta Musik

Slank di Java Jazz Festival 2026 Jadi Sorotan Pecinta Musik

31/05/2026 09:59
Teknologi Adaptive Optics pada Teleskop Modern Bikin Pengamatan Bintang Lebih Tajam

Teknologi Adaptive Optics pada Teleskop Modern Bikin Pengamatan Bintang Lebih Tajam

31/05/2026 09:46
Residu Pestisida pada Sayur dan Buah: Benarkah Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Paru?

Residu Pestisida pada Sayur dan Buah: Benarkah Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Paru?

31/05/2026 09:26
Posting berikutnya
Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

Path of Exile 2: Kebangkitan melalui The Third Edict dan Akses Gratis Akhir Pekan

Microsoft Lens Akan Dihentikan pada September 2025, Pengguna Didorong Beralih ke Copilot

Microsoft Lens Akan Dihentikan pada September 2025, Pengguna Didorong Beralih ke Copilot

Fear Effect Muncul Kembali di PS4, PS5, Switch, dan Steam: Kebangkitan Nostalgia Tanpa Pengumuman

Fear Effect Muncul Kembali di PS4, PS5, Switch, dan Steam: Kebangkitan Nostalgia Tanpa Pengumuman

AirAsia World di Roblox: Inovasi Metaverse ASEAN untuk Generasi Digital

AirAsia World di Roblox: Inovasi Metaverse ASEAN untuk Generasi Digital

Film Call of Duty: Paramount Kejar Hak Adaptasi, Henry Cavill Dirumorkan sebagai Captain Price

Film Call of Duty: Paramount Kejar Hak Adaptasi, Henry Cavill Dirumorkan sebagai Captain Price

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Wajib Punya Aplikasi Ini

Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Wajib Punya Aplikasi Ini

25/08/2021 21:06
Badai Ida Melanda, Listrik di New Orleans Padam

Badai Ida Melanda, Listrik di New Orleans Padam

30/08/2021 19:18
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diapresiasi Kemendagri

Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Diapresiasi Kemendagri

23/04/2021 22:00
Mengupas Fitur Quick Recap WhatsApp: Cara Kerja, Privasi, dan Manfaat untuk Pengguna Sibuk di 2025

Mengupas Fitur Quick Recap WhatsApp: Cara Kerja, Privasi, dan Manfaat untuk Pengguna Sibuk di 2025

23/07/2025 11:02
Terungkapnya Kasus Pembunuhan di Aceh Barat Diapresiasi Bupati

Bocah 10 Tahun di Magetan Meninggal Usai Divaksin, Ini Penjelasan Dinkes

04/01/2022 21:30
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist