Saturday, March 14, 2026
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Sumatra Inspirasi Indonesia
Beranda LIFESTYLE TEKNOLOGI

Pajak Digital 2026: Konten Kreator dan Media Sosial Jadi Sasaran Pajak Baru

cecil Editor cecil
21/07/2025 13:23
in TEKNOLOGI
A A
Pajak Digital 2026: Konten Kreator dan Media Sosial Jadi Sasaran Pajak Baru

Sankt-Petersburg, Russia, September 24, 2017: iphone 6s plus with icons of social media on screen. Smartphone life style smartphone. Starting social media app.

Share on FacebookShare on Twitter

SUMA.ID – Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kebijakan baru untuk memperluas cakupan pajak, termasuk menyasar aktivitas di ranah teknologi dan media sosial. Kebijakan ini akan mulai diterapkan secara intensif pada tahun 2026, seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 tentang Pajak Penghasilan (PPh).

Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari modernisasi sistem perpajakan nasional. Pemerintah kini fokus pada potensi ekonomi digital yang belum tergarap secara maksimal. “Kami memanfaatkan data analitik dan media sosial untuk menggali potensi pajak baru,” ujar Anggito.

Dasar Hukum Pajak Digital dan Media Sosial

PMK Nomor 37 Tahun 2025 menjadi landasan utama kebijakan ini, khususnya melalui Pasal 22 yang mengatur pemungutan pajak oleh penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Platform marketplace resmi ditunjuk sebagai pemungut pajak untuk setiap transaksi penjualan barang secara daring.

BacaJuga

6 Konsep Invisible Wellness Tren Desain Rumah Populer 2026

RI Tak Bisa Pungut Pajak Digital Google dan Netflix CS Akibat Perjanjian Dagang ART 2026

Fosil Monster Laut Kimberley Ungkap Gurun Australia Pernah Jadi Laut Tropis

Laporan Kaspersky 2026: Spam Email Global Tumbuh 15 Persen Sepanjang 2025

Kebijakan ini menjadi langkah awal pemerintah untuk menjadikan ekosistem digital sebagai sumber penerimaan pajak yang signifikan. Dengan menyesuaikan diri terhadap perubahan perilaku konsumen dan pelaku usaha di era digital, pemerintah berharap dapat meningkatkan kontribusi pajak dari sektor ini. “Implementasi ini dimulai pada 2025 dan akan diperkuat pada 2026,” tambah Anggito.

Pemanfaatan Teknologi untuk Optimalisasi Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan memanfaatkan teknologi big data analytics untuk mengidentifikasi potensi pajak dari pelaku ekonomi digital, seperti konten kreator, influencer media sosial, hingga UMKM berbasis teknologi. Kerja sama dengan penyedia platform digital akan diperluas untuk mendapatkan data transaksi secara real-time, memastikan proses pelaporan dan pemungutan pajak berjalan transparan dan efisien.

Kebijakan Fiskal Baru di 2026

Selain pajak digital, pemerintah juga sedang mengkaji sejumlah kebijakan fiskal lainnya, antara lain:

  • Cukai Pangan Olahan Bernatrium (P2OB): Pajak ini diusulkan sebagai bagian dari kebijakan fiskal berbasis kesehatan untuk mengurangi konsumsi makanan olahan tinggi natrium.
  • Reformasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Penguatan regulasi untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor non-pajak.
  • Modernisasi Ekspor-Impor: Peningkatan efisiensi proses bisnis di sektor logistik dan perdagangan untuk mendukung penerimaan negara.

BACA JUGA : Laptop Gaming Terbaru dengan Performa Luar Biasa dan Harga Terjangkau

Anggaran Rp1,99 Triliun untuk Transformasi Fiskal

Untuk mendukung kebijakan ini, Kementerian Keuangan mengusulkan anggaran sebesar Rp52,01 triliun pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, Rp1,99 triliun dialokasikan untuk transformasi kebijakan fiskal dan perpajakan, dengan Rp1,63 triliun sudah tersedia. Anggito menambahkan, “Kami mengusulkan tambahan anggaran Rp366,42 miliar untuk memastikan program ini berjalan optimal.”

Harapan Pemerintah untuk Ekonomi Digital

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah bertujuan menutup celah penerimaan negara, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dan menjadikan ekonomi digital sebagai pilar baru dalam sistem fiskal Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di era digital.

Kata Kunci: Pajak Digital 2026, Pajak Media Sosial, Konten Kreator, PMK 37/2025, Ekonomi Digital, Big Data Analytics, PPh, P2OB, Fiskal Indonesia.

Posting Sebelumnya

5 Aktivitas Menarik di Game Upin & Ipin Universe yang Wajib Kamu Coba

Posting berikutnya

Kandidat Ideal Pengganti Ole Romeny untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

cecil

cecil

BeritaTerkait

Invisible Wellness

6 Konsep Invisible Wellness Tren Desain Rumah Populer 2026

09/03/2026 10:35
Profil Lengkap Vidi Aldiano: Biodata, Perjalanan Karier, dan Perjuangan Melawan Kanker

Profil Lengkap Vidi Aldiano: Biodata, Perjalanan Karier, dan Perjuangan Melawan Kanker

09/03/2026 10:27
Pesan Adik Vidi Aldiano di Pemakaman

Pesan Adik Vidi Aldiano di Pemakaman

09/03/2026 10:25
Perjalanan Cinta Vidi Aldiano dan Sheila Dara, Kesetiaan Luar Biasa Hingga Maut Memisahkan

Perjalanan Cinta Vidi Aldiano dan Sheila Dara, Kesetiaan Luar Biasa Hingga Maut Memisahkan

09/03/2026 10:21
Marc Marquez

Marc Marquez Buka-bukaan Waswas Cedera Bahu Jelang MotoGP Thailand 2026

01/03/2026 11:01
Posting berikutnya
Kandidat Ideal Pengganti Ole Romeny untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

Kandidat Ideal Pengganti Ole Romeny untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

Axioo Pongo 775: Laptop Gaming Terjangkau dengan Performa Kelas Atas di 2025

Axioo Pongo 775: Laptop Gaming Terjangkau dengan Performa Kelas Atas di 2025

Philippines U-23 Triumphs 2-0 Against Brunei, Eyes Semifinal Spot in ASEAN U-23 Championship

Philippines U-23 Triumphs 2-0 Against Brunei, Eyes Semifinal Spot in ASEAN U-23 Championship

Merakit PC Secara Bertahap: Urutan Pembelian Komponen PC dan Tips Hemat Budget

Merakit PC Secara Bertahap: Urutan Pembelian Komponen PC dan Tips Hemat Budget

Ilmuwan Usulkan Kembalikan Status Planet untuk Pluto

Ilmuwan Usulkan Kembalikan Status Planet untuk Pluto

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Berita Lainnya

Terpidana Kasus Pemerkosaan Anak Kabur Usai Divonis 200 Bulan Penjara

Terpidana Kasus Pemerkosaan Anak Kabur Usai Divonis 200 Bulan Penjara

17/11/2021 09:28
Meta AI: Transformasi Kreasi Gambar dan Animasi untuk Instagram dan WhatsApp

Meta AI: Transformasi Kreasi Gambar dan Animasi untuk Instagram dan WhatsApp

05/08/2025 15:13
BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Sumsel

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Meningkat

12/08/2022 22:19
WNA Banyak Kuasi Objek Wisata di Simeulue

WNA Banyak Kuasi Objek Wisata di Simeulue

06/12/2022 18:39
Teknologi Site Monitoring Beri Keamanan Efektif

Teknologi Site Monitoring Beri Keamanan Efektif

18/06/2021 22:13
Sumatra Inspirasi Indonesia

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Suma.id menjadi rumah berita dan informasi dari seluruh wilayah di Sumatra, termasuk Lampung, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, sampai Nangroe Aceh Darusalam. Suma.id tampil dalam wujud multimedia. Konten tidak hanya berupa teks dan foto, tetapi juga video, audio, grafis, dan videografis. Dengan tidak meninggalkan berita-berita nasional dan internasional

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • HIBURAN
  • KESEHATAN
  • TEKNOLOGI
  • OLAHRAGA
  • MUSIK
  • FILM

Copyright © 2021 SUMA.ID All-Rights-Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist