Suma.id: Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi sinergi yang baik antara Pemkab Muara Enim dan PT Bukit Asam atas terlaksananya groundbreaking pembangunan turap/dinding penahan tebing di antara Jembatan Enim I dan Jembatan II Kabupaten Muaraenim.
Dengan pembangunan turap kerja sama Pemkab dengan PTBA ini Gubernur Herman Deru berharap warga sekitar sungai pun menjadi lebih lega dan tidak lagi was-was akan ancaman abrasi.
Hal tersebut dikatakan Herman saat meninjau grounbreaking di sela kunker menghadiri peringatan hari jadi Kabupaten Muaraenim ke-76, Senin, 21 November 2022.
Warga yang tinggal di tepian sungai, pembangunan itu juga diharapkan dapat melestarikan biota yang hidup di Sungai Enim serta melindungi warga tepian sungai dari ancaman abrasi dan tanah longsor.
“InsyaAllah ini akan menyelesaikan permasalahan kekhawatiran masyarakat akan terjadinya abrasi di sekitar Sungai Enim,” kata Herman Deru.
Menurutnya jika menghitung APBD Kabupaten, pembangunan turap ini tentu sulit diwujudkan Pemkab mengingat anggarannya menelan hingga ratusan miliar.
“Semoga ini bermanfaat dan berguna untuk menyelamatkan aliran sungai Enim dan dan selamatkan jiwa masyarakat di tepiannya,” kata Herman.
Menurut Herman, pembangunan turap ini diharapkan bermanfaat dalam jangka panjang karena kadang debit air Sungai Enim dan Lematang tidak dapat diprediksi.
Pembangunan Turap atas kerja sama Pemkab Muaraenim dengan PTBA ini juga diakuinya menjadi keberkahan tersendiri karena membuat Pemprov dapat mengalihkan anggaran untuk daerah lain yang membutuhkan. Untuk itu Herman Deru meminta semua pihak mengawasi jalannya pembangunan turap tersebut.
Herman mengatakan kelestarian sungai ini sangat penting bukan hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga sekitar namun juga untuk petani.
Sebab sawah irigasi tidak hanya bisa mengandalkan irigasi teknis saja namun butuh juga pompanisasi. Karena air ini dapat digunakan untuk sawah irigasi lantaran warga untuk mengaliri sawah.
“Makanya ini harus dikembangkan agar produktivitas pertanian bisa bertumbuh, sehingga kita bukan hanya swasembada pangan tapi juga penyangga pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu Pj Bupati Muaraenim Kurniawan mengatakan groundbreaking ini akan menandai pembangunan dinding penahan tanah di antara Jembatan Enim I dan Jembatan Enim II.
Jembatan ini memiliki panjang 1898 meter dibangun menggunakan dana hibah daerah dan bantuan PTBA.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang berkenan hadir melakukan groundbreaking. Semoga ini akan menjadi indah dan keberadaan dinding penahan ini dapat melindungi warga dari longsor dan abrasi,” ujarnya.














