Suma.id: Bayi dikenal sebagai sosok yang sensitif, termasuk pada pendengarannya. Pendengaran bayi hanya bisa menerima intensitas hingga 80 desibel. Selebihnya, akan terjadi gangguan kesehatan yang buruk.
Untuk itu, bayi dan anak-anak sebaiknya berada di lingkungan yang memiliki suara di bawah 80 desibel. Hal itu jika menengok kejadian baru-baru ini, seorang bayi di Gresik alami meninggal dunia pasca mendengarkan suara petasan.
Dokter Spesialis Anak dr. Fitria Mahrunnisa, M.Sc, Sp.A., menilai bayi dan anak yang mendengarkan suara lebih dari angka itu dikhawatirkan terjadi gangguan pada kesehatannya. Suara petasan memang menimbulkan intensitas suara yang tinggi. Sehingga bisa membuat bayi mengalami masalah kesehatan hingga berujung kematian.
BACA JUGA: HP Kena Sinar Matahari di Cuaca Panas Ekstrem, Ini Bahaya dan Cara Menghindarinya
“Betul, suara juga dapat menyebabkan kematian pada seseorang yaitu jika berada pada level mematikan atau lethal dose. WHO menyarankan paparan suara untuk anak berkisar kurang dari 75-80 dB untuk melindungi anak tetap aman,” kata dr. Fitria dikutip dari Medcom, Selasa, 9 Mei 2023.
Bayi dan anak-anak sulit untuk mengungkapkan ekspresi melalui berbicara. Orang tua mungkin merasa bingung yang dicoba komunikasikan anak kepada kita. Sebenarnya, bisa melihat dari gerak-geriknya.
BACA JUGA: NIK Sudah Terdaftar, Cek Secara Online
Dokter Fitria menjelaskan bayi dan anak-anak yang belum bisa berbicara atau mengekspresikan sakit, biasanya akan rewel dan sulit ditenangkan. Bisa saja menangis tanpa henti karena merasakan kegelisahan tersebut.
“Rasa tidak nyaman pada anak yang belum bisa berbicara atau mengekspresikan rasa sakit secara jelas akan cenderung rewel dan sulit ditenangkan sampai pemicunya berkurang atau hilang. Sehingga menyebabkan anak sulit beristirahat,” jelasnya.
Jika Si Kecil sudah bisa berekspresi, tetapi belum bisa bicara, bisa melihat dari gerak-geriknya. Si Kecil akan cenderung rewel dengan menunjukkan rasa tidak nyaman pada telinga, seperti menutupnya.
“Jika mulai bisa menunjukkan atau dengan ekspresi, anak akan menunjukkan rasa tidak nyaman pada area telinga atau seperti memegang telinga dengan tangannya yang menunjukkan rasa tidak nyaman di area telinga,” lanjutnya.
Seseorang yang mengalami masalah pendengaran, khususnya pada bayi, bisa dilarikan segera ke rumah sakit jika mengalami gejalanya.
Gejala gangguan pendengaran
– Kejang.
– Tampak lemas dan tidak mau makan minum sama sekali.
– Tampak sering mengantuk dan sulit dibangunkan (tanda penurunan kesadaran pada anak).
– Alami muntah hebat sampai menunjukkan tanda dehidrasi atau tidak ada minuman atau makanan yang bisa masuk.
– Terdapat gejala dan tanda sesak napas.