Suma.id (LOS ANGELES) – Kegagalan beruntun yang dialami Sony’s Spider-Man Universe (SSU) dalam dua tahun terakhir akhirnya memaksa Sony Pictures mengambil langkah drastis pada awal 2026 ini. Setelah performa mengecewakan dari Madame Web dan Kraven the Hunter yang rilis pada akhir 2024, raksasa hiburan ini resmi mengumumkan rencana perombakan total atau soft reboot terhadap jagat sinematik karakter Marvel yang mereka miliki.
CEO Sony Pictures Motion Picture Group, Tom Rothman, dalam pernyataan terbarunya pada Februari 2026, mengonfirmasi bahwa studio akan meninggalkan kontinuitas lama yang dianggap gagal menarik minat penonton. Strategi baru ini akan lebih berfokus pada kolaborasi erat dengan Marvel Studios dan pengembangan konten televisi yang lebih eksperimental.
Fokus Utama pada Spider-Man: Brand New Day
Langkah paling krusial Sony tahun ini adalah memastikan keberhasilan Spider-Man: Brand New Day, film keempat kolaborasi mereka dengan Marvel Studios yang dijadwalkan tayang pada 31 Juli 2026. Film ini dianggap sebagai penyelamat finansial sekaligus penentu arah masa depan karakter Peter Parker yang diperankan Tom Holland.
Berbeda dengan film-film spinoff sebelumnya, Brand New Day akan terintegrasi penuh dengan linimasa Marvel Cinematic Universe (MCU) Fase 6. Kehadiran aktor besar seperti Jon Bernthal (The Punisher) dan Mark Ruffalo (Bruce Banner) dalam film ini menunjukkan bahwa Sony kini lebih memilih bermain aman dengan mengandalkan ekosistem MCU yang sudah teruji, daripada terus memaksakan spinoff karakter villain tanpa kehadiran sang manusia laba-laba.
Lini Strategi Sony Pictures di Tahun 2026:
Reboot Total SSU: Menghentikan sementara pengembangan film solo villain kelas B dan mencari tim kreatif baru untuk memulai ulang jagat SSU dengan pendekatan yang berbeda.
Ekspansi ke Layar Kaca: Fokus pada serial live-action Spider-Noir yang dibintangi Nicolas Cage. Serial ini dijadwalkan debut pada Mei 2026 dan menjadi tolok ukur apakah format televisi lebih cocok untuk karakter spinoff.
Optimalisasi Animasi: Meskipun Spider-Man: Beyond the Spider-Verse baru akan rilis Juni 2027, Sony terus memperkuat divisi animasinya sebagai satu-satunya lini yang tetap konsisten meraih pujian kritis dan kesuksesan finansial.
Belajar dari Kegagalan Kraven dan Madame Web
Analis industri perfilman menyebut langkah Sony untuk melakukan reboot sebagai keputusan yang terlambat namun diperlukan. Sebagai catatan, Kraven the Hunter hanya mampu meraup pendapatan global sekitar 59 juta dolar AS pada akhir masa tayangnya di awal 2025, angka yang jauh di bawah biaya produksinya yang mencapai 150 juta dolar AS.
Publik mulai jenuh dengan formula film anti-hero yang tidak memiliki koneksi kuat ke narasi utama Spider-Man. Oleh karena itu, di tahun 2026 ini, Sony tampaknya tidak akan mengumumkan proyek spinoff baru hingga hasil dari Brand New Day terlihat di box office global.
Komitmen pada Win-Win Solution
Rothman menegaskan bahwa kemitraan dengan Disney dan Kevin Feige adalah prioritas utama. “Ini adalah keputusan yang matang untuk menyadari bahwa berbagi karakter adalah kemenangan bagi kedua studio dan terutama bagi para penggemar,” ujarnya dalam wawancara podcast baru-baru ini.
Dengan Spider-Man 4 yang kini dalam tahap akhir pasca-produksi dan antusiasme tinggi terhadap Spider-Noir, Sony Pictures berharap tahun 2026 menjadi titik balik dari keterpurukan mereka, sekaligus menandai era baru di mana kualitas cerita lebih diutamakan daripada sekadar memperbanyak kuantitas film spinoff.




